Pagi selalu diawali dengan keributan dengan Nazneen. Tadi pagi setelah ribut aja mau anter tapi tetep gak mau pake baju terjadi percakapan lucu.
Aku: ayo sayang, pake baju ntar Bunda kesiangan. Kan mau naik bis
Naz: gak boleh naik bis
Aku: ya udah deh naik ojek
Naz: gak boleh, naik motol aja
Aku: hihi loh kan naik ojek brarti naik motor
Naz: gak boleh, naik motolnya bapak zainudin aja
eh ini dia nyebutnya bener banget loh nama Bapaknya
Aku: bwahahaha
tuh Bapak Zainudin Zai, anaknya juga tau kalo harusnya tiap pagi dirimu mengantarkan dirikuh :-)
Hanya Badai Otak
Thursday, August 04, 2011
Wednesday, August 03, 2011
I'll be there soon
teng tong teng nguik..nguik.. dering hp itu berkumandang. Si empunya langsung mengangkat begitu tau siapa yang ada di sebrang sana. "yep.." "hah, you what?".. "oh, poor you. I'll be there soon"
Ah ya, that's my boss. He's really a great father and husband. He'll fly whenever "home" needed. So sweet, isn't it?
in Indonesia, most man don't just left the office right away. They'll say later. After the "important" meeting. yadaya yadaya... in short, they'll leave all home matters to mom and not get involve in the business until later.
ah wish more man behaving like my boss to his wife.
kapan ya??
Ah ya, that's my boss. He's really a great father and husband. He'll fly whenever "home" needed. So sweet, isn't it?
in Indonesia, most man don't just left the office right away. They'll say later. After the "important" meeting. yadaya yadaya... in short, they'll leave all home matters to mom and not get involve in the business until later.
ah wish more man behaving like my boss to his wife.
kapan ya??
| Reaksi: |
Wednesday, June 22, 2011
Catatan Cinta untuk Fatima
Fatima,
baru kali ini Bunda bisa menuliskan catatan cinta ini
bukan, bukan karena hanya sedikit cinta yang ada
tapi karena sesak selalu memenuhi dinding hati
tiap kali Bunda mengingat hari itu
hari dimana Bunda tahu kau telah bersama Tuhan-mu
Fatima,
mungkin Bunda belum cukup mengenalmu
mungkin Bunda memang masih butuh waktu menerima
bahwa ada rahasia Allah atas semua
tapi Bunda tetap ingin mengabadikan
potongan waktu yang telah kita habiskan
karna Bunda ingin Kau tahu
bahwa meskipun awalnya Bunda tak mempersiapkan kehadiranmu
tapi seiring waktu
Bunda sungguh menginginimu
kesadaran bahwa kita berdetak bersama
bahwa kita menghirup nutrisi yang sama
bahwa kehangatan rahim Bunda menyamankanmu
sungguh menyamankan hati Bunda
semua yang terlingkup disitu adalah cinta, Fatiima
dan Bunda-pun merasa
kau juga mencintai Bunda
karna kau menjadi bayi yang memahami Bunda
tak pernah dalam keberadaan-mu kau membuat Bunda tak bahagia
semua mengagumi betapa mudahnya
menjadi seorang ibu buatmu
tak pernah sedetik-pun kau membuat Bunda merasa sakit atau rasa tak nyaman lainnya
semua teman Bunda berkata
Kelak jika lahir kau akan jadi penjaga Bunda
dan kau membuktikannya
bahkan kau kini akan menjadi bidadari bagi Bunda
menjadi tabungan amalan Bunda
dan kelak di surga
kau yang akan menjadi penolong bagi segala ketidaksempurnaan Bunda serta Bapak
Fatima,
kau pasti tau
bahwa Bunda, Bapak dan Kakak Nazneen
telah menunggu kehadiranmu
tau gak kakakmu tak pernah alpa mengumumkan kepada dunia
bahwa adik-nya akan segera keluar dan menemaninya
bermain bersama
bahkan kakakmu telah berjanji
membawa-mu naik odong-odong favoritnya
tapi tentu saja sekali lagi kau mengingatkan kami
untuk tak mendahului
segala rencana Allah atas hidup yang hanya pinjaman ini
jadi kami ingin berkata
terima kasih sayang
telah menjadi pengingat yang lekat
bahwa hidup sungguh singkat
Jadi Fatima,
terimakasih telah hadir dalam hidup kami
walaupun sekejap
istirahatlah
dan sampai berjumpa
kelak di hari pertemuan kita
-- mengenang Fatima Zain, putri cantik kami-
baru kali ini Bunda bisa menuliskan catatan cinta ini
bukan, bukan karena hanya sedikit cinta yang ada
tapi karena sesak selalu memenuhi dinding hati
tiap kali Bunda mengingat hari itu
hari dimana Bunda tahu kau telah bersama Tuhan-mu
Fatima,
mungkin Bunda belum cukup mengenalmu
mungkin Bunda memang masih butuh waktu menerima
bahwa ada rahasia Allah atas semua
tapi Bunda tetap ingin mengabadikan
potongan waktu yang telah kita habiskan
karna Bunda ingin Kau tahu
bahwa meskipun awalnya Bunda tak mempersiapkan kehadiranmu
tapi seiring waktu
Bunda sungguh menginginimu
kesadaran bahwa kita berdetak bersama
bahwa kita menghirup nutrisi yang sama
bahwa kehangatan rahim Bunda menyamankanmu
sungguh menyamankan hati Bunda
semua yang terlingkup disitu adalah cinta, Fatiima
dan Bunda-pun merasa
kau juga mencintai Bunda
karna kau menjadi bayi yang memahami Bunda
tak pernah dalam keberadaan-mu kau membuat Bunda tak bahagia
semua mengagumi betapa mudahnya
menjadi seorang ibu buatmu
tak pernah sedetik-pun kau membuat Bunda merasa sakit atau rasa tak nyaman lainnya
semua teman Bunda berkata
Kelak jika lahir kau akan jadi penjaga Bunda
dan kau membuktikannya
bahkan kau kini akan menjadi bidadari bagi Bunda
menjadi tabungan amalan Bunda
dan kelak di surga
kau yang akan menjadi penolong bagi segala ketidaksempurnaan Bunda serta Bapak
Fatima,
kau pasti tau
bahwa Bunda, Bapak dan Kakak Nazneen
telah menunggu kehadiranmu
tau gak kakakmu tak pernah alpa mengumumkan kepada dunia
bahwa adik-nya akan segera keluar dan menemaninya
bermain bersama
bahkan kakakmu telah berjanji
membawa-mu naik odong-odong favoritnya
tapi tentu saja sekali lagi kau mengingatkan kami
untuk tak mendahului
segala rencana Allah atas hidup yang hanya pinjaman ini
jadi kami ingin berkata
terima kasih sayang
telah menjadi pengingat yang lekat
bahwa hidup sungguh singkat
Jadi Fatima,
terimakasih telah hadir dalam hidup kami
walaupun sekejap
istirahatlah
dan sampai berjumpa
kelak di hari pertemuan kita
-- mengenang Fatima Zain, putri cantik kami-
| Reaksi: |
Wednesday, June 15, 2011
ah ya
ah ya gk jelas juga mau nulis apa
ah ya gak ngerti juga harus bagaimana
ah ya gak tau deh harus bilang sama siapa
ah ya gak ngerti juga harus bagaimana
ah ya gak tau deh harus bilang sama siapa
| Reaksi: |
Tuesday, February 22, 2011
Dinding Kenangan
betapa rapuhnya dinding kenangan
hanya dengan sekali sentuh
hancur semua pertahanan
lalu semua hal menggemuruh
semua cerita lantas berhamburan
betapa rapuhnya dinding kenangan
betapa riuhnya kehidupan
betapa semua saling berkelindaan
dan meninggalkan kesakitan
hanya dengan sekali sentuh
hancur semua pertahanan
lalu semua hal menggemuruh
semua cerita lantas berhamburan
betapa rapuhnya dinding kenangan
betapa riuhnya kehidupan
betapa semua saling berkelindaan
dan meninggalkan kesakitan
| Reaksi: |
I miss you
Yes of course I miss you
All the time
I miss you in every air I breathe
in every tick of the clock
in every pulse of my life
Yes I miss you
I miss the time we spent
when we were young and skinny
Had nothing, yet very happy
Yes, I miss the smell of hope
The hope for you and me
The hope for bright live we promised to be shared
The hope that the stars will be around us
and send its shines through the darkest night
So yes, I miss you
all the time
All the time
I miss you in every air I breathe
in every tick of the clock
in every pulse of my life
Yes I miss you
I miss the time we spent
when we were young and skinny
Had nothing, yet very happy
Yes, I miss the smell of hope
The hope for you and me
The hope for bright live we promised to be shared
The hope that the stars will be around us
and send its shines through the darkest night
So yes, I miss you
all the time
| Reaksi: |
Sunday, February 13, 2011
Matahariku
ok jadi gw lagi dalam mood yang kurang ok. Banyak hal yang bikin sedih. Tapi trus liat foto Nazneen di BB. She's so cute in so many ways. And then I just realize that she's the reason why I should hang on and be tough. Life is hard but seeing she smile happily is everything. Stealing those away will broke my heart. Jadi kuputuskan bahwa dia adalah matahariku. Shining my days. Warming my heart. Tanning my skin. And just give a hope that in the end I'll find beauty in this life. I know it sounds so fake, but I need a reason for keeping this. So, no matter how fake it is I'll just hang on there.
| Reaksi: |
Thursday, January 06, 2011
World, I'm pregnant!
I know clock is ticking and soon I'll be too old to get pregnant. But still when this happened (being pregnant I mean) I'm just too anxious to accept it. This is not because I don't want to have more children or because I don't like being mom but that I still too tired to do it all over again. Imagining pumping every two hours, changing nappies here and there and the worst is that I have to do them all by myself. Call me selfish. Call me anything you want. But I just a human being who want to have the luxury of sleeping well, resting well, not worry that I can't catch up the breast milk supply when I'm not home, not panic when my kid catch cold or in fever. I'm just not in that level. Not to mention my worries of sibling rivalry between Naz and the baby. And I can't set aside the fact that I'll need more assistant for taking care of the baby while I'm working. I'm just too depressed. But it is what it is now. The fact is I'm pregnant. Period. So my common sense ordered me to stop whining and start to act as adult which means... ah just forget it.
| Reaksi: |
Subscribe to:
Posts (Atom)